Poin penting
- Catat pesanan sekali di kasir, lalu dapur membaca catatan yang sama tanpa kertas atau teriakan.
- Status pesanan seperti Belum Bayar, Menunggu, Dimasak, dan Selesai memberi tahu kasir dan dapur posisi setiap pesanan.
- Pembayaran tunai, QRIS dinamis, atau kartu tercatat di pesanan yang sama, dan struk dicetak dari aplikasi kasir.
- Saat jam ramai, sepakati siapa mengubah setiap status, dan jangan masak pesanan yang belum tercatat di kasir.
Bayangkan Sabtu malam, saat restoran sedang ramai-ramainya. Semua meja terisi, antrean Take away sampai ke pintu, dan kasir menulis pesanan di kertas lalu menyelipkannya ke jendela dapur. Satu kertas jatuh ke lantai. Kertas lain bertuliskan "Meja 7", padahal tamunya duduk di Meja 1. Di dapur, juru masak mendengar "nasi goreng dua!" dari dua orang berbeda, lalu memasak empat piring.
Kesalahan seperti ini biasanya muncul dari alurnya. Pesanan berpindah tangan beberapa kali lewat kertas dan teriakan, dan setiap perpindahan membuka peluang salah. Alur yang lebih rapi dimulai dari satu aturan: setiap pesanan hanya punya satu catatan, dan semua orang membacanya dari tempat yang sama.
Kenapa kertas dan teriakan sering meleset
Dengan kertas dan teriakan, satu pesanan punya beberapa versi: yang ditulis kasir, yang diingat pelayan, dan yang didengar dapur. Versi-versi itu bisa berbeda, dan saat ramai tidak ada yang sempat mengecek mana yang benar.
Masalah yang biasa muncul:
- Kertas pesanan terselip, basah, atau tertiup kipas. Pesanan baru ketahuan hilang saat tamu bertanya kenapa makanannya belum datang.
- Nomor meja ditulis terburu-buru atau tidak ditulis sama sekali. Makanan sampai ke meja yang salah, sementara meja yang benar menunggu lebih lama.
- Pesanan diteriakkan, lalu kertasnya juga sampai. Dapur tidak tahu keduanya pesanan yang sama, jadi masakannya dibuat dua kali dan bahannya terbuang.
- Yang dimasak dapur tidak sama dengan yang ditagih kasir, karena keduanya bekerja dari catatan yang berbeda.
Akibatnya tamu menunggu lebih lama, bahan terbuang, dan rekap di akhir hari bisa tidak cocok dengan uang di laci.
Satu pesanan, satu catatan
Di Kazeer, pesanan dicatat sekali di kasir, lalu kasir dan dapur membaca catatan yang sama. Alurnya seperti ini:
- Kasir memilih menu di tablet, dan jumlah yang harus dibayar langsung terhitung.
- Kasir menandai pesanan sebagai Dine-In beserta nomor mejanya, atau sebagai Take away.
- Pesanan diteruskan ke dapur dari catatan yang sama. Kitchen staff membaca pesanan itu di Kazeer, jadi dapur tidak perlu salinan kertas.
- Status pesanan bergeser dari Menunggu ke Dimasak lalu Selesai. Karena kasir dan dapur membaca pesanan yang sama, keduanya melihat status yang sama.
Contoh: Kasir mencatat pesanan Meja 4, Dine-In: 2 Kopi Susu Aren dan 1 Nasi Goreng. Dapur melihat pesanan Meja 4 dengan isi yang sama persis. Kalau ada yang bertanya "ini untuk meja berapa?", jawabannya sudah tertulis di pesanan.
Ilustrasi layar kasir dan dapur bisa Anda lihat di bagian fitur Kazeer.
Arti status pesanan
Kazeer menampilkan status pesanan seperti Belum Bayar, Menunggu, Dimasak, dan Selesai. Pertanyaan bolak-balik seperti "pesanan Meja 7 sudah sampai mana?" bisa dijawab dengan melihat status pesanannya.
| Status | Bagi kasir | Bagi dapur |
|---|
| Belum Bayar | Pembayaran pesanan ini belum tercatat. Tagihannya masih terbuka. | Status ini soal pembayaran, dan pembayaran dicatat di kasir. |
| Menunggu | Pesanan sudah tercatat dan menunggu giliran di dapur. | Pesanan sudah masuk antrean dan belum mulai dimasak. |
| Dimasak | Pesanan sedang dikerjakan. Kalau tamu bertanya, kasir bisa menjawab tanpa harus ke dapur. | Pesanan ini sedang dikerjakan sekarang. |
| Selesai | Dapur sudah menyelesaikan pesanan ini. Pesanan bisa diantar ke meja atau diserahkan ke tamu Take away. | Sudah beres, tidak perlu disentuh lagi. |
Status hanya berguna kalau sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pesanan yang sudah keluar dari dapur tetapi masih tertulis Dimasak membuat kasir memberi jawaban yang salah ke tamu. Karena itu, tim Anda perlu sepakat siapa yang mengubah setiap status dan kapan.
Siapa memegang apa
Di Kazeer, setiap karyawan punya login dan peran sendiri. Akses owner, kasir, kitchen staff, dan table order sudah termasuk di ketiga paket: Paket Gratis, Paket Standar Bulanan, dan Paket Standar Tahunan.
Untuk alur pesanan, pembagian kerjanya bisa sesederhana ini:
- Kasir mencatat pesanan, menandai Dine-In dengan nomor meja atau Take away, dan mencatat pembayaran.
- Kitchen staff membaca pesanan yang masuk dan mengerjakannya sesuai urutan.
- Anda sebagai owner mengatur akses karyawan sesuai tugas dan outlet tempat mereka bekerja.
Berikan setiap peran hanya kepada orang yang memang memegang tugas itu. Dengan begitu, kasir tidak perlu ikut mengurus antrean dapur, dan dapur tidak perlu mengurus pembayaran.
Cara mengatur akses per tugas dan per outlet ada di panduan akses karyawan.
Bayar dan cetak struk di pesanan yang sama
Pembayaran dicatat di pesanan yang sama, jadi tidak ada catatan kedua yang harus dicocokkan belakangan. Kasir bisa mencatat tiga cara bayar:
- Tunai.
- QRIS dinamis, yaitu kode QR yang dibuat untuk setiap transaksi dan sudah memuat jumlah tagihan, sehingga pelanggan tidak perlu mengetik nominalnya sendiri.
- Kartu.
Karena jumlah yang harus dibayar sudah terhitung saat kasir memilih menu, tidak ada yang perlu menjumlahkan ulang dengan kalkulator.
Kazeer bisa dipakai di komputer, tablet, dan ponsel. Untuk struk, sambungkan printer struk lalu cetak dari aplikasi kasir. Kalau Anda sudah punya perangkat dan printer, tim Kazeer dapat membantu mencocokkan kebutuhannya.
Laporan penjualan hari ini juga bertambah sendiri, jadi tidak ada rekap manual dari tumpukan kertas di akhir shift. Kazeer juga menampilkan total per cara bayar (tunai, QRIS, kartu) dan per shift kasir, yang menjadi angka pembanding saat tutup kasir.
Tips agar alur tetap rapi saat jam ramai
Alur yang rapi tetap butuh kebiasaan tim yang sama. Aturan berikut bisa Anda tempel di dekat jendela dapur dan meja kasir:
- Pesanan yang tidak tercatat di kasir tidak dimasak. Ini termasuk tambahan dari tamu, misalnya "Mas, es tehnya tambah satu". Catat di kasir dulu, baru dapur bekerja.
- Kalau tamu membatalkan pesanan, batalkan juga di Kazeer, jangan hanya diteriakkan ke dapur. Pembatalannya tetap terlihat di catatan, jadi bisa dicek lagi saat tutup.
- Sepakati siapa yang mengubah setiap status. Pembagian yang sederhana: kasir mengurus pembayaran, dan dapur memindahkan pesanan dari Menunggu ke Dimasak lalu Selesai. Kalau setiap status punya satu penanggung jawab, tidak ada dua orang yang mengubah hal yang sama.
- Ubah status saat itu juga. Status yang telat diubah bisa sama menyesatkannya dengan kertas yang hilang. Begitu mulai dimasak, ubah ke Dimasak. Begitu pesanan keluar dari dapur, ubah ke Selesai.
- Kerjakan sesuai urutan masuk. Dapur mengambil pesanan Menunggu yang paling lama lebih dulu, kecuali tim Anda sudah sepakat lain, misalnya minuman didahulukan.
- Pesanan Dine-In wajib punya nomor meja. Minta kasir mengonfirmasi nomor meja ke tamu sebelum menyimpan pesanan. Salah meja paling mudah dicegah di titik ini.
- Pesanan baru dibaca dari Kazeer, tidak diteriakkan. Suara cukup dipakai untuk memanggil pelayan saat pesanan siap diantar.
- Periksa pesanan Belum Bayar sebelum tutup. Sebelum shift berakhir, kasir mengecek pesanan yang masih berstatus Belum Bayar supaya tidak ada tagihan yang terlewat.